Only Vs Just

0 komentar



Pada dasarnya, just dan only memiliki makna yang sama jika digunakan sebagai adverb (kata keterangan). Contohnya :

There is just enough time to listen to one more song.

There is only enough time to listen to one more song.

Makna dari kalimat-kalimat di atas sama, yaitu "Masih ada cukup waktu untuk mendengarkan satu lagu lagi.


She was just a baby when she came to Jakarta.
She was only a baby when she came to Jakarta.

Kedua kalimat tersebut artinya sama, dia masih bayi ketika dia datang ke Jakarta.


I have just one brother.
I have only one brother.

Kedua kalimat di atas juga artinya sama "Saya hanya memiliki satu kakak laki-laki".


Namun, terkadang kata just dan only tidak dapat saling menggantikan. Kalimatnya justru menjadi tidak bermakna atau salah kaprah saat only digunakan untuk menggantikan just.


Kata just dapat berarti merely (hanya, sekedar, semata-mata) seperti dalam contoh kalimat-kalimat di atas, berely (sedikit, agak), atau exactly (tepat, persis). Selain itu, just juga digunakan untuk menyatakan satu waktu tertentu di masa lalu, kebenaran atau fakta sederhana (simple truth), hampir, pemerhalus kalimat perintah, menunggu beberapa waktu, dan sebagai penekanan apa yang kita sampaikan.
Berikut beberapa contohnya:

1. Recently:
I just made a cup of tea.
Saya baru saja membuat secangkir teh.


2. Barely:
She lives just north of the city center.
Dia tinggal agak ke utara dari kota.


3. Simple truth:
He just does not have enough talent to sing in the opera.
Dia memang tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk bernyanyi di opera.


4. Hampir
She waters her flowers just about everyday.
Dia menyiram bunga-bunganya hampir setiap hari.

I’m just about finished.
Saya hampir selesai.


5. Pemerhalus perintah
Could you just open the door?
Bisakah kau menutup pintunya?

Can I just use your phone for a minute?
Bisakah saya menggunakan teleponmu beberapa menit?


6. Permintaan menunggu beberapa waktu
Just a second .
Beberapa detik.

Just a minute.
Beberapa menit.


7. Sebagai penekanan apa yang kita sampaikan. Dalam konteks Bahasa Indonesia biasanya untuk mengucapkan partiker "lah"

Just be quiet, will you?
Diamlah! bisa?

Just shut the door quickly.
Tutuplah pintunya dengan cepat.


Hati-hati, letak kata just (apakah sebelum atau sesudah kata kerja) juga perlu diperhatikan.
Contohnya:
a. I just ate two apples
b. I ate just two apples

Pada kalimat (a) just mengandung makna “baru saja” sedangkan pada kalimat ke (b) just memiliki makna “hanya”.


Only tidak memiliki makna sebanyak just dalam penggunaannya. Namun, only dapat berfungsi sebagai adverb, adjective, dan conjunction. Maknanya tidak jauh-jauh dari "hanya, cuma, sekedar, dan semata-mata".


Kata keterangan (adverb) only berasal dari kata one yang berarti sendiri atau tanpa yang lain (hanya, semata-mata). Contohnya:
The gym is only for women.
Gimnya hanya untuk perempuan.

We will go home only if it starts to rain.
Kita hanya akan pulang jika mulai hujan.


I love only you.
Aku hanya mencintaimu.


Read More »

Berkenalan dengan kata “LOOK” yang Nggak Jomblo

0 komentar


Sudah tahu, kan, arti dari kata look adalah melihat, terlihat, penampilan, dll. Tapi secara umum yang banyak orang tahu arti look adalah melihat. Eh, tapi, ternyata tidak semua kata yang mengandung “look” berarti melihat, loh. Masih ada makna yang lain juga. Loh, kok bisa, ya? Iya, bisa.

Sering, kan, ketemu kata look yang nggak jomblo alias berpasangan dengan kata lainnya dan hanya memiliki satu makna?  Contohnya, look for, look after, look up, look into, look ahead, look forward to, look through, dll. Yuk, kita langsung lihat-lihat saja artinya. Biar kita semakin familiar dengan makna kata para look yang nggak jomblo itu.

Look for       : Mencari (Melihat untuk mencari suatu hal.) Contoh, She looks for her pen. (Dia mencari pena miliknya.)

Look up       : Melihat untuk menemukan atau mencari informasi tertentu. Contoh, (1) If you don’t know the meaning of this word, you may look up your  dictionary. (Jika kamu tidak tahu arti kata ini, kamu boleh melihat kamusmu). (2) I looked up some information in Google before buying this cellphone. (Aku melihat beberapa informasi di Google sebelum membeli HP ini)

Look into     : Melihat dengan seksama atau melihat sesuatu yang ada di bagian dalam. Contoh, I cannot find my key, can you look into my bag, please?

Look after    : Merawat, menjaga, memelihara, mengurus

Look ahead  : Melihat ke depan apa yang akan terjadi dan merencanakannya

Look at        : Melihat dengan seksama, memperhatikan

Look forward to   : Berharap, menantikan (formal)

Look through         : Membaca dengan kilat


Well, demikian terjemahan para look yang sering kita temui berpasangan dengan kata lain alias tidak jomblo. Semoga bermanfaat.


Read More »

Tiga Kerja Mata dalam Bahasa Inggris

0 komentar



Dalam Bahasa Inggris, setidaknya ada tiga kerja mata yang sering kita temui terkait dengan fungsi “melihat”. Ketiganya adalah see, look, dan watch. Namun, ternyata penggunaannya tidak sama, loh.

See
See biasa diartikan “melihat”  secara spontan tanpa adanya sebuah usaha. See berarti melihat tanpa disengaja (simpelnya, objek hadir ke depan mata tanpa diminta). Contohnya:

I see a mouse in your kitchen. (Aku melihat tikus di dapurmu)

We see a woman behind you. (Kami melihat seorang perempuan di belakangmu)

Dalam dua contoh di atas, kata see selalu diikuti dengan objek yaitu a mouse (seekor tikus) dan a woman (seorang wanita). Namun, see juga dapat digunakan tanpa diikuti dengan objek. Misalnya It will rain today, just wait and see (Hari ini akan hujan. Tunggu dan lihat saja).

Tapi, hati-hati, ya. Kadang see juga tidak berarti melihat. Contohnya dalam dialog berikut ini.

Una    : Mom, why don’t you buy me ice cream?
Mom  : Dear Una, you got influenza. It’s not good for you for having any ice cream now.
Una    : Well, I see.

(Una   : Mama, kenapa mama tidak membelikanku es krim
(Mama : Una Sayang, kamu masih flu. Tidak baik buatmu makan es krim sekarang.)
(Una   : Baiklah, aku mengerti.)

Kata see dalam dialog tersebut tidak berarti melihat, tapi mengerti.


Look 
Look berarti “melihat” dengan sengaja mengarahkan mata pada sebuah arah atau objek tertentu dalam waktu yang relatif singkat, seksama, namun biasanya tidak melibatkan pemikiran serius. Fokus mata dalam look hanya satau objek saja. Contohnya:

Look! This is the flower that you want to buy. (Lihat! Ini bunga yang ingin kamu beli.)

Look at me, Sarah. (Lihat aku, Sarah.)


Watch 
Watch dapat diartikan dengan kegiatan “melihat” sebuah objek secara sengaja dalam waktu tertentu (yang cukup lama) dengan tujuan untuk memperhatikan dan memahami apa yang tengah terjadi. Fokus mata dalam konteks watch lebih dari satu objek atau satu objek khusus beserta segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Dengan kata lain, watch juga diartikan dengan “menonton” atau “mengawasi”. Biasanya objek dari watch adalah acara televisi, video, game, dll. Contohnya :

I watch the movies with my family. (Aku menonton film-film itu bersama keluargaku.

My friends always watch my bag in the cafe when I need to go to toilet. (Teman-temanku selalu mengawasi tasku di kafe saat aku pergi ke toilet.)

Mr. Dave will watch over the employees during I ask permission. (Mr. Dave akan mengawasi para karyawan selama aku izin).

Read More »

Apa, Ya, Bedanya “Home” dengan “House”?

0 komentar



Setelah COVID-19 merebak di tanah air, semakin sering kita mendengar kata “Home” dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat yang tinggal di kampung juga familiar dengan salah satu kosakata Bahasa Inggris tersebut. Melalui radio, TV, maupun berbagai media sosial, digencarkan slogan dan hastag atau tagar #dirumahaja atau #stayathome sebagai himbauan kepada masyarakat guna mencegah penularan COVID-19 ini. Wait. Kali ini pembahasan kita bukan tentang COVID-19, kok, melainkan tentang kata “HOME”. Apa sih, arti kata “HOME”? Rumah, kan? Betul? Yups, tentu betul. Selain “HOME” English juga memiliki kata “HOUSE” yang literally sama-sama berarti “RUMAH”. Baik home maupun house merupakan kata benda yang mengacu pada tempat tinggal. Lalu, apa ya, bedanya “HOME” dengan “HOUSE”?

House adalah sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal. Biasanya bangunan tersebut dibangun untuk satu keluarga tertentu. Penekanan makna house lebih kepada bangunan secara fisik.

Sedangkan makna home secara general adalah “sesuatu” yang digunakan sebagai tempat tinggal yang bisa berupa rumah (house), apartemen, kos-kosan, kapal pesiar, dan lain-lain. Contoh penggunaannya, misalnya, “My home is a small apartment in Jakarta”.

Home juga dapat mengacu pada tempat asal seseorang atau sesuatu. Misalnya, Chicago is the home of deep-dish pizza. Atau Jogjakarta is the home of the most delicious gudeg.

Bahkan, home juga dapat mengacu pada kepemilikan emosional. Contohnya, “Being around my family feels like home”. Atau, ketika kita tinggal di suatu tempat yang membuat kita memiliki koneksi emosional yang mendalam, kita juga bisa mengatakan “Bandar Lampung will always be my home” atau “My school is my second home”.

Home dapat digunakan sebagai adverb (kata keterangan) dalam bahasa Inggris. Biasanya home sebagai adverb dipasangkan dengan verb of motion seperti go home, walk home, run home, drive home, fly home, dll. Namun, terkadang kata home juga ditemukan tidak berpasangan dengan verb of motion seperti stay home, call home, dan be home.


Ketika home digunakan sebagai adverb, maka hampir tidak ada penggunaan kata lain diantara kata home dengan verb. Contohnya, “I am flying home from Gorontalo Friday” atau “They stayed home last night.” Ups, lalu, kenapa kita pakai kata “at” diantara “stay” dan “home” di tagar-tagar yang banyak beredar selama musim COVID, ya? 😅Nah, menurut penjelasan dalam dictionary.cambridge.org, kita bisa kok menggunakan preposisi, artikel, atau determiner lainnya sebelum kata home jika home yang dimaksud merujuk pada makna home secara general.


Well, kata home lebih fleksibel daripada house. Kita bisa mengatakan, stay home atau stay in the house. Kita juga bisa mengatakan go home atau come home, tapi tidak bisa mengatakan go house atau come house.




Read More »

Apa Beda Waste, Garbage, Trash, Rubbish, dan Litter?

0 komentar




Menerjemahkan kata “sampah” kedalam Bahasa Inggris ternyata tidak bisa sembarangan. Sebab, ada kata waste, rubbish, trash, dan litter. Kelima kata tersebut memiliki arti “sampah”, namun dengan klasifikasi yang berbeda-beda.

Read More »

Mengajar Tanpa Media Teknologi

0 komentar

Pesatnya perkembangan Teknologi menuntut semua orang untuk bergerak cepat dan merubah gaya hidupnya menjadi lebih modern. Pun tak terkecuali dengan dunia pendidikan. Para guru dituntut untuk menerapkan pembelajaran modern yang kekinian sesuai dengan perkembangan zaman. Mereka diminta melek teknologi dan bisa mengintegrasikannya sebagai media pembelajaran. Sebagian guru dapat berkreasi dan berinovasi menggunakan teknologi sehingga pembelajaran pun menjadi lebih menarik bagi siswa. Namun, sebagian guru lain hanya mentok pada penggunaan power point saja, sekedar memenuhi tuntutan “menggunakan teknologi”. Sayangnya, power point pun hanya sekedar digunakan untuk menayangkan tulisan-tulisan materi ajar yang disalin dari buku pegangan guru, lalu siswa tetap berperan sebagai pendengar pasif bagi guru yang sedang membacakan materi. Padahal, menurut salah satu Pengembang Teknologi Pembelajaran Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Uwes Anis Chaeruman, Pembelajaran modern bukan berarti menggunakan teknologi modern. Walaupun tanpa teknologi modern, guru harus mampu membuat siswa berpikir kritis. Maka, guru harus bisa membuat model pembelajaran dengan sumber belajar seadanya,". Dengan demikian, pembelajaran modern bukanlah tentang penggunaan alat-alat teknologi, melainkan konsep pebelajaran yang memfasilitasi siswa untuk aktif dan mampu berpikir kritis. Selain itu, ketika seorang guru menggunakan teknologi untuk mengajar, maka teknologi tersebut harus benar-benar menjadi media yang membantu siswa untuk memahami konsep materi dengan lebih mudah.


Untuk pembelajaran Bahasa Inggris, integrasi teknologi dalam pembelajaran seperti penggunaan video dan animasi memang sangat membantu siswa untuk memahami materi yang tengah dibahas. Namun, terkadang, sebagian guru mengeluhkan kondisi sekolah yang tidak memungkinkan untuk menggunakan media teknologi. Benar, tak bisa disangkal bahwa pesebaran teknologi, atau bahkan listrik pun belum betul-betul merata, khususnya di daerah-daerah pedalaman Lampung. Di satu sisi hal tersebut menjadi masalah, dan di sisi lain justru menjadi tantangan bagi guru untuk membuat siswa aktif dan mampu berpikir secara kritis tanpa menggunakan media tekologi.


Kembali dalam pembelajaran Bahasa Inggris, ketika teknologi tidak bisa diandalkan untuk menyampaikan materi pembelajaran, para guru masih bisa memanfaatkan media lain seperti kertas warna-warni, papan tulis, buku, dan permainan. Contohnya, untuk mengajarkan materi tentang niat melakukan sesuatu di masa yang akan datang (future tense menggunakan “will” dan “be going to”), kita bisa menggunakan pohon harapan yang terbuat dari kertas warna warni. Guru juga bisa membagikan beberapa kata kepada setiap siswa dan kemudian meminta siswa untuk menempelkan di bagan sekaligus mengkategorikan apakah kata tersebut merupakan kata benda, kerja, atau sifat. Permainan seperti scrabble atau sekedar tebak kata juga bisa digunakan untuk meningkatkan vocabulary siswa. Dan tentunya, kegiatan yang sering dianggap konvensional, yaitu praktik berdialog antar siswa juga sebenarnya masih sangat baik dilakukan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hanya saja, kemasannya harus lebih menarik. Misalnya, siswa diminta secara kreatif memeragakan dialog menggunakan property, membuat dialog dalam konteks sehari-hari dan digabungkan dengan imajinasi mereka, dll. Itu sekedar contoh saja. Penerapan pada pembelajaran lengkapnya  akan diposting pada tulisan-tulisan berikutnya agar dapat digunakan sebagai refrensi dan kemudian dikembangkan oleh para guru atau pembaca sekalian.

Siswa membuat Pohon Rencana Untuk Menerapkan Future Tense.


Siswa berlatih sebelum memperagakan dialog di depan kelas.

Siswa bermain scrabble untuk menambah kosakata.



Read More »

Menghafal Irregular Verbs dengan Lagu

0 komentar

Verbs (Kata kerja) merupakan salah satu aspek penting untuk dikuasai seseorang yang ingin bisa berbahasa Inggris secara aktif, baik lisan maupun tulisan. Dalam Bahasa Inggris, berdasarkan waktu penggunaannya, kata kerja dibagi menjadi 3, yaitu present verb (Verb 1), past verb (verb 2), dan past participle verb (verb 3). Sedangkan berdasarkan pola perubahan present verb menjadi past verb dan past participle verb, kata kerja dalam Bahasa Inggris dibagi lagi menjadi 2  yaitu regular verb (kata kerja beraturan) dan irregular verb (kata kerja tidak beraturan).

Pada dasarnya, regular verb memiliki pola yang cukup sederhana untuk mengubah present verb menjadi past verb dan past participle verb. Kita hanya butuh menambahkan huruf “ed” atau “d” di setiap akhir kata kerja. Misalnya, walk (present verb) menjadi walked (past verb) dan tetap walked (past participle verb), agree (present verb) menjadi agreed (past verb dan past participle verb). Selain hanya perlu menambahkan “ed” atau “d” di akhir kata, verb yang tergolong dalam regular verbs juga selalu memiliki past verb dan past participle verb yang sama.

Namun, berbeda dengan irregular verb yang memiliki pola present, past, dan past participle yang berbeda-beda. Misalnya take (present verb) menjadi took (past verb) dan taken (past participle verb). Atau begin (present verb) menjadi began (past verb) dan begun (past participle verb). Ketidakpastian ini membuat kita mau tidak mau harus menghafalkannya.

Sebenarnya, untuk yang sudah terbiasa, irregular verbs bisa masuk dalam memori otak dengan sendirinya. Namun, bagi siswa yang belum terbiasa, justru menghafalkan irregular verbs akan menjadi beban tersendiri dan membuat semakin malas dengan pelajaran Bahasa Inggris. Untuk masalah tersebut, salah satu solusinya adalah dengan membuat irregular verbs dalam sebuah lagu. Pada zaman 4.0 dan menuju 5.0 ini, seorang guru sebenarnya tidak perlu repot-repot membuat lagu tentang irregular verbs sendiri karena sudah ada cukup banyak orang yang membuat lagu tersebut dan mempostingnya di YouTube. Sehingga, guru hanya perlu memiliki kemampuan untuk mencari lagu tersebut di Youtube dan mengunduhnya sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar.

Berikut adalah salah satu lagu irregular verbs yang biasa saya gunakan untuk mengajar. Genre lagu ini sangat menarik bagi anak-anak remaja, bahkan bagi mereka yang tidak suka pelajaran Bahasa Inggris sekalipun. Liriknya juga saya sertakan agar bisa diunduh dan diperbanyak. Versi pertama dapat digunakan untuk listening atau engaging students’ attention  di awal pembelajaran sedangkan versi kedua adalah versi lirik lengkapnya. Selamat mencoba 😉 .



Download Lirik dalam bentuk Ms. Word

Lirik Irregular Verb Song (Blanks)


Lirik Irregular Verb Song (Complete)





Read More »